11 November 2009

Khasiat Telur bagi Kesehatan


Banyak orang memilih untuk menghindari telur karena alasan kesehatan. Berikut adalah alasan mengapa telur mampu membuat tubuh lebih sehat, lebih kuat, tubuh lebih langsing, dan otak lebih tajam.

1. Membantu meningkatkan performa
Telur merupakan makanan yang memiliki indeks kepuasan tertinggi atau membuat perut lebih lama merasakan kenyang. Satu butir telur berukuran besar mengandung 6 gram protein berkualitas dan berbagai jenis nutrien, kecuali vitamin C. Itu sebabnya, kombinasi antara telur, buah, serta gandum utuh merupakan makanan yang tepat untuk menghadapi "persaingan" di siang hari.

2. Membantu mengatasi kekurangan zat besi
Orang yang mengalami defisiensi zat besi skala ringan seringkali merasa mudah lelah, sakit kepala, serta mudah marah. Zat besi merupakan pembawa oksigen dalam sirkulasi darah dan memegang peran penting dalam daya tahan tubuh, metabolisme energi, dan fungsi penting lainnya. Zat besi yang terdapat dalam kuning telur merupakan zat besi yang siap diserap dan digunakan dibanding dengan zat besi yang terdapat dalam suplemen.

3. Memenuhi kebutuhan nutrien
Sebuah studi antara konsumsi telur dan makanan non telur mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi diet tanpa telur akan kekurangan vitamin A, E, dan B12. Dari sebutir telur kita akan mendapatkan 10-20 persen folat dan 20-30 persen vitamin A, E, dan B12.

4. Telur tak meningkatkan kolesterol
Pada tahun 1990-an telur mendapat reputasi yang buruk karena kandungan kolesterol dalam kuning telur mencapai 210 mg. Belakangan, berbagai penelitian dengan jelas membuktikan bahwa tidak ada kaitan antara konsumsi telur dengan penyakit jantung koroner. Yang membuat kolesterol naik bukanlah telur, tetapi makanan yang tinggi lemak, terutama lemak jenuh dan trans fat. Telur adalah sumber protein yang murah dan mudah dicerna.

5. Membantu mengurangi berat badan
Beberapa penelitian menunjukkan, sarapan dengan telur akan membuat perut terasa lebih kenyang. Hal ini akan membuat orang yang kegemukan tidak mudah merasa lapar sehingga membantu mengurangi program penurunan berat badan. Keunggulan lain dari telur adalah mudah diolah menjadi berbagai jenis sajian.

Sumber : Kompas

Selengkapnya...  »»

07 November 2009

Ibu Hamil Merokok bisa Menyebabkan Kelainan Jiwa Anak


Inilah penemuan negatif dari rokok terhadap ibu hamil. Selain merokok pada ibu hamil bisa menyebabkan cacat janin, kini ditemukan gangguan psikotik (kelainan jiwa) anak juga timbul dari ibu yang perokok.

Merokok saat hamil diketahui akan berdampak buruk pada janin yang dikandungnya. Peneliti dari Inggris melaporkan bahwa ibu yang merokok selama hamil memiliki risiko lebih tinggi anaknya mengalami gejala psikotik saat remaja.

Para peneliti ini terdiri dari 4 Universitas di Inggris dan melibatkan 6.356 anak-anak yang berusia 12 tahun, anak-anak ini ditanya mengenai gejala-gejala psikotik seperti sering mengalami halusinasi atau delusi. Sebesar 19 persen ibu dari anak-anak tersebut merokok saat hamil dan lebih dari 11 persen anak-anak tersebut dicurigai atau telah pasti memiliki gejala psikotik.

Banyak penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa rokok bisa berbahaya terhadap janin yang sedang dikandung. Risiko ini termasuk bayi lahir dengan berat badan di bawah normal dan meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau bayi mengalami cacat jantung.

"Semakin banyak ibu yang merokok maka semakin besar kemungkinan anak-anak yang dilahirkan memiliki gejala psikotik," ujar Stanley Zammit, seorang psikiater di Cardiff University's School of Medicine dan juga ketua peneliti, seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/10/2009).

Stanley juga menambahkan bahwa diperkirakan sekitar 20 persen dari remaja yang ada saat ini tidak akan mengalami gejala psikotik jika ibunya tidak merokok. Namun, saat ini gaya hidup yang ada dimasyarakat menujukkan bahwa banyak perempuan yang merokok, sehingga kemungkinan meningkatkan anak yang memiliki gejala psikotik akan lebih besar.

Para peneliti juga menemukan bahwa ibu yang mengonsumsi alkohol selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan gejala psikotik, tetapi hanya pada anak-anak yang ibunya telah minum lebih dari 21 unit alkohol selama seminggu awal kehamilan.

Alasan-alasan yang menghubungkan antara ibu merokok dan gejala psikotik pada anak sampai saat ini belum terlalu jelas. Tetapi Zammit dan koleganya menyarankan bahwa paparan tembakau dalam kandungan ibu hamil bisa mempengaruhi impulsif, perhatian dan kesadaran anak.

Peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk dapat mengetahui dengan pasti bagaimana paparan dari tembakau dapat mempengaruhi atau berdampak pada perkembangan otak anak.

Sumber : Vera Farah Bararah - detikHealth

Selengkapnya...  »»

Bahaya Penyakit Endometriosis Terhadap Wanita


Sering sakit perut, panggul, menstruasi tidak teratur, dan nyeri ketika berhubungan seksual? Mungkin Anda terkena penyakit endometriosis. Penyakit yang tidak bergejala ini jika tidak segera diobati bisa mengancam kesehatan reproduksi wanita, bahkan berujung pada kematian.

Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim.

Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut. Namun pada penderita endometriosis, endometriumnya justru salah tempat dan biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim.

Menurut Dr Sulaiman Heylen, spesialis reproduksi dari Cape Fertility Clinic, seperti dikutip Health 24, Selasa (6/10/2009), sebanyak 80 persen perempuan yang mengalami sakit di daerah panggul memiliki kasus endometriosis, dan 25 persen diantaranya mengalami masalah ketidaksuburan.

Data statistik pun menyebutkan bahwa 5 persen perempuan di dunia atau sekitar 15.000.000 perempuan mengalaminya. Bahkan sepertiga dari masalah ketidaksuburan pada wanita diakibatkan oleh endometriosis. Namun Heylen menyesalkan tidak ada satu organisasi atau kampanye yang mengingatkan tentang penyakit ini.

Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia diatas 30 tahun dan berkulit putih.

Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja. Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.

Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis, siklus menstruasi 27 hari atau kurang, menarke (menstruasi yang pertama) terjadi lebih awal, menstruasi berlangsung selama 7 hari atau lebih dan orgasme ketika menstruasi

Satu-satunya cara untuk mendiagnosa penyakit ini adalah dengan melakukan tes fisik, biasanya yaitu tes laparoscopic. Pada saat pengujian, dokter menyelipkan sebuah kamera kecil (laparoscopic) pada bagian pusar untuk mengetahui keadaan organ di dalam perut dan alat reproduksi wanita.

Tes lainnya yang dapat dilakukan yaitu Biopsi endometrium, USG rahim, Barium enema, CT scan atau MRI perut.

Banyak wanita yang mengetahui dirinya memiliki endometriosis setelah berulang kali gagal hamil. Heylen mengatakan bahwa wanita yang memiliki endometriosis umumnya tidak menunjukkan gejala apa-apa. Namun umumnya mereka mengalami :
  1. Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul
  2. Sakit pada saat menstruasi (dysmenorrhoea), kencing (dysuria) dan sakit di bagian punggung atau perut (chronic pelvic pain)
  3. Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)
  4. Kemandulan
  5. Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).

Terapi yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit tersebut adalah dengan menyuntikkan hormon gondotropin yang akan mempercepat menopause. Dengan demikian, proses berkembangnya endometriosis bisa dicegah.

Obat-obatan yang dapat menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium diantaranya adalah pil KB kombinasi, progestin, danazole dan agonis GnRH. Namun masing-masing obat ada efek sampingnya. Jika semua obat itu tidak bisa mengatasi, rahim pun terpaksa diangkat.

Yang perlu diwaspadai adalah, penyakit in berisiko tinggi terjadi pada penderita asma dan diabetes. Hingga kini penyebab pasti penyakit tersebut belum diketahui. Melakukan pemeriksaan sejak dini adalah cara satu-satunya untuk mencegah, mengetahui dan mengobatinya.

Sumber : Nurul Ulfah - detikHealth.

Selengkapnya...  »»
 

me Admin : Ade S
Seorang pelajar yang sedang belajar berbagi ilmu pengetahuan tentang segala hal yang menyangkut kewirausahaan, cara membuat blog, komputer, tips dan trik, dll.
Chat with me :

Guest Book :

Please.. No Porn & Don't Spam !!
Ade'S Tricks

Copyright © 2009 - by Ade'S Tricks All Right Reserved.